Merek merupakan janji yang secara holistik dibuat oleh perusahaan, suatu merek bertindak sebagai simbol yang bagi barang atau jasa. Oleh karena itu, merek harus konsisten. Suatu perspektif strategi merek memerlukan manajer untuk menjelaskan tentang peranan merek bagi perusahaan dalam meningkatkan nilai pelanggan dan nilai pemegang saham. Pengertian ini harus menjadi dasar untuk mengarahkan dan menopang merek dalam area yang sangat produktif.
Secara umum, merek memiliki fungsi sebagai “kartu as” bagi sebuah perusahaan. Dalam pendekatan ini, merek memiliki nilai bagi konsumen, shareholders, dan stakeholders. Fungsi merek dapat dibagi ke dalam dua, yaitu fungsi bagi konsumen dan fungsi bagi perusahaan (Cravens, 2000). Read the rest of this entry »
Intangible assets, saat ini jauh lebih penting dibandingkan dengan tangible asset yang tergambar pada neraca perusahaan. Jika pada era industrialisasi sebelumnya kepemilikan properti sangat berpengaruh pada dominasi di pasar (seperti General Motor, Westinghouse, ICI, dan Unilever), maka sekarang, perusahaan seperti Microsoft, GE, Wal-Mart, Cisco, menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Perusahaan-perusahaan ini menjual barang, tetapi proses manufakturnya tidak dikerjakan sendiri. Asset utama yang dimiliki oleh perusahaan ini adalah ilmu pengetahuan, nama merek, dan hubungan dengan konsumen serta para partner. Perusahaan-perusahaan ini, nilai tangible asset-nya hanya menggambarkan sebagian kecil nilai pasarnya. Read the rest of this entry »
Selamat datang di website pribadi saya
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!


